2006 - Hari Komunikasi Sedunia Ke 40

"MEDIA: JEJARING UNTUK KOMUNIKASI,
HIDUP BERKOMUNITAS, DAN KERJASAMA"

PESAN BAPA SUCI BENEDIKTUS XVI
PADA HARI KOMUNIKASI SEDUNIA KE-40

Para Saudara-Saudari,

1. Menjelang 40 tahun penutupan Konsili Vatikan II, dengan gembira saya mengenang kembali Dekrit Sarana-Sarana Komunikasi Sosial, Inter Mirifica yang secara khusus menerima kekuatan pengaruh media bagi masyarakat manusia secara keseluruhan. Perlunya mengendalikan kekuatan itu demi kemaslahatan bangsa manusia seluruhnya telah mendorong saya, dalam pesan pertama saya untuk Hari Komunikasi Sedunia ini, untuk merenungkan secara singkat pemahaman media sebagai jejaring yang memperlancar komunikasi, hidup berkomunitas, dan kerjasama. Santo Paulus, dalam suratnya kepada umat di Efesus, dengan gamblang melukiskan panggilan kita sebagai manusia untuk "ambil bagian dalam kehidupan ilahi" (Dei Verbum, 2) karena oleh Dia, kita dalam satu roh beroleh jalan masuk kepada Bapa. Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, yang tumbuh menjadi tempat kediaman Allah (Bdk Ef. 2:18-22). Penggambaran luhur untuk hidup berkomunitas ini melibatkan segala aspek kehidupan kita sebagai orang kristiani. Panggilan untuk menjadi benar sebagai komunikasi diri Allah dalam Kristus sesungguhnya merupakan panggilan untuk mengakui kedinamikan kekuatan-Nya dalam diri kita, kemudian mencari jalan untuk menyebarkannya ke orang lain, sehinga kasih-Nya sungguh-sungguh (menjadi kebijakan yang) paling dominan di dunia ini (bdk. Homili pada Hari Kepemudaan Dunia, Kologne, 21 Agustus 2005)

2005 - 39th World Communications Day

MESSAGE OF THE HOLY FATHER JOHN PAUL II
FOR THE 
39th WORLD COMMUNICATIONS DAY   
"The Communications Media: At the Service
of Understanding Among Peoples"
[Sunday, 8 May 2005]

Dear Brothers and Sisters,

1. We read in the Letter of Saint James, "From the same mouth come blessing and cursing. My brothers and sisters, this ought not to be so" (James 3:10). The Sacred Scriptures remind us that words have an extraordinary power to bring people together or to divide them, to forge bonds of friendship or to provoke hostility.

Not only is this true of words spoken by one person to another: it applies equally to communication taking place at any level. Modern technology places at our disposal unprecedented possibilities for good, for spreading the truth of our salvation in Jesus Christ and for fostering harmony and reconciliation. Yet its misuse can do untold harm, giving rise to misunderstanding, prejudice and even conflict. The theme chosen for the 2005 World Communications Day - "The Communications Media: At the Service of Understanding Among Peoples" - addresses an urgent need: to promote the unity of the human family through the use made of these great resources.

2005 - Hari Komunikasi Sedunia ke 39

PESAN BAPA SUCI YOHANES PAULUS II
UNTUK HARI KOMUNIKASI SEDUNIA KE-39

"Media Komunikasi:  
Pelayanan Saling Pengertian

Di Antara Masyarakat"



Saudara-saudari yang terkasih,
1. Kita membaca dalam Surat Santo Yakobus, "Dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi" (Yak 3:10). Kitab Suci itu mengingatkan kita bahwa kata-kata memiliki kekuatan yang luar biasa untuk mempersatukan orang atau untuk memecahbelah mereka, untuk menjalin ikatan persahabatan atau untuk memancing perseteruan.

Ini tidak hanya berlaku untuk kata-kata yang disampaikan seseorang kepada orang lain: ini juga berlaku untuk komunikasi di segala tingkat. Dalam pelayanannya, teknologi modern menempatkan berbagai kemungkinan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk kebaikan, untuk mewartakan kebenaran akan keselamatan kita dalam Yesus Kristus dan untuk meningkatkan kerukunan dan rekonsiliasi. Namun penyalahgunaannya bisa menciptakan kejahatan yang tak terungkap, yang menciptakan kesalahpahaman, prasangka, dan bahkan konflik. Tema yang dipilih untuk Hari Komunikasi se-Dunia 2005 - "Media Komunikasi: Pelayanan Saling Pengertian Di Antara Masyarakat" - menyampaikan kebutuhan mendesak: untuk meningkatkan persatuan keluarga umat manusia dengan memanfaatkan sumber daya yang luar biasa ini.

2004 - Hari Komunikasi Sedunia ke 38

PESAN BAPA SUCI YOHANES PAULUS II
PADA HARI KOMUNIKASI SEDUNIA KE-38
23 MEI, 2004

TEMA: MEDIA DAN KELUARGA: RESIKO DAN KEKAYAAN

Saudara-Saudari yang terkasih,

1. Media komunikasi berkembang luar biasa dan semakin mudah terjangkau; perkembangan ini membawa peluang istimewa untuk memperkaya bukan saja hidup individu, namun juga keluarga-keluarga. Pada waktu yang sama, keluarga-keluarga dewasa ini menghadapi tantangan-tantangan baru yang muncul dari pesan-pesan media massa yang beraneka-ragam dan bahkan seringkali saling bertentangan. Tema yang dipilih untuk Hari Komunikasi Sedunia 2004―Media dan Keluarga: Resiko dan Kekayaan"―adalah tepat waktu, karena mengajak refleksi yang jernih tentang bagaimana keluarga-keluarga menggunakan media dan, sebaliknya, bagaimana media menggarap keluarga dan keprihatinannya.

Tema tahun ini juga mengingatkan semua orang, baik para pelaku komunikasi maupun orang-orang yang mereka sapa, bahwa segala komunikasi memiliki dimensi moral.
Seperti telah dikatakan oleh Tuhan sendiri, kata-kata itu keluar dari luapan hati (Bdk. Mat 12:34-35). Orang-orang bertumbuh atau merosot dalam bidang moral karena kata-kata yang mereka ucapkan dan pesan-pesan yang mereka pilih untuk didengarkan. Konsekuensinya, kebijaksanaan dan ketajaman budi dalam penggunaan media secara khusus dituntut dari pihak para profesional di bidang komunikasi, orangtua, dan pendidik, karena keputusan mereka sangat mempengaruhi anak-anak dan orang muda, yang menjadi tanggung jawab mereka dan akhirnya merupakan masa depan masyarakat.

2004 - 38th World Communications Day

MESSAGE OF THE HOLY FATHER JOHN PAUL II
FOR THE 
38th WORLD COMMUNICATIONS DAY   
"The Media and the Family: A Risk and a Richness "

[Sunday, 23 May 2004]



Dear Brothers and Sisters,
1. The extraordinary growth of the communications media and their increased availability has brought exceptional opportunities for enriching the lives not only of individuals, but also of families. At the same time, families today face new challenges arising from the varied and often contradictory messages presented by the mass media. The theme chosen for the 2004 World Communications Day – “The Media and the Family: A Risk and a Richness” - is a timely one, for it invites sober reflection on the use which families make of the media and, in turn, on the way that families and family concerns are treated by the media.

This year’s theme is also a reminder to everyone, both communicators and those whom they address, that all communication has a moral dimension. As the Lord himself has said, it is from the abundance of the heart that the mouth speaks (cf. Mt 12:34-35). People grow or diminish in moral stature by the words which they speak and the messages which they choose to hear. Consequently, wisdom and discernment in the use of the media are particularly called for on the part of communications professionals, parents and educators, for their decisions greatly affect children and young people for whom they are responsible, and who are ultimately the future of society.

2003 - 37th World Communications Day

MESSAGE OF THE HOLY FATHER JOHN PAUL II
FOR THE 
37th WORLD COMMUNICATIONS DAY   
"The Communications Media at the Service
of Authentic Peace in the Light of 'Pacem in Terris'"
[Sunday, 1 June 2003}

Dear Brothers and Sisters,
1. In the dark days of the Cold War, Blessed Pope John XXIII's Encyclical Letter Pacem in Terriscame as a beacon of hope to men and women of good will. Declaring that authentic peace requires "diligent observance of the divinely established order" (Pacem in Terris, 1), the Holy Father pointed to truth, justice, charity and freedom as the pillars of a peaceful society (ibid., 37).

The emergence of the power of modern social communications formed an important part of the Encyclical's background. Pope John XXIII had the media especially in mind when he called for "fairness and impartiality" in the use of "instruments for the promotion and spread of mutual understanding between nations" afforded by science and technology; he decried "ways of disseminating information which violate the principles of truth and justice, and injure the reputation of another nation" (ibid., 90).

2. Today, as we observe the fortieth anniversary of Pacem in Terris, the division of peoples into opposing blocs is mostly a painful memory , but peace, justice and social stability are still lacking in many parts of the world. Terrorism, conflict in the Middle East and other regions, threats and counter-threats, injustice, exploitation, and assaults upon the dignity and sanctity of human life both before and after birth are dismaying realities of our times.

2003 - Hari Komunikasi Sedunia Ke 37

MEDIA KOMUNIKASI
MEMBANTU MENCIPTAKAN
PERDAMAIAN SEJATI

DALAM TERANG ENSIKLIK PACEM IN TERRIS
PESAN BAPA SUCI
PADA HARI KOMUNISASI SEDUNIA KE-37
1 JUNI 2003

Saudara-Saudara Terkasih:

[Empat tiang perdamaian: Kebenaran, Keadilan, Cintakasih, dan Kebebasan]
1. Di tengah kegelapan hari-hari masa Perang Dingin, Nawala Kepausan (Ensiklik) Pacem in Terris (Damai di Bumi) dari Paus Beato Yohanes XXIII memancarkan secercah cahaya harapan bagi semua orang yang berkehendak baik. Bapa Suci menyatakan bahwa agar perdamaian sejati terwujud perlu lah “tata-tertib yang telah ditetapkan Allah sepenuhnya diindahkan” (ibid, 1). Melalui pernyataan itu Bapa Suci menunjuk pada kebenaran, keadilan, cintakasih dan kebebasan sebagai pilar-pilar masyarakat yang tenteram dan damai (ibid, 37).

[Media komunikasi perlu menghormati keempat prinsip tersebut]
Munculnya kekuatan komunikasi sosial modern menjadi bagian penting yang melatar-belakangi Ensiklik tersebut. Paus Yohanes XXIII khususnya berpikir mengenai media, ketika berseru agar media digunakan secara“adil dan tidak sepihak” sebagai “sarana-sarana untuk memajukan dan penyebaran saling pengertian di antara para bangsa” yang dimungkinkan oleh ilmu pengetahuan dan teknologi; beliau menyayangkan “cara-cara penyebaran informasi yang melanggar prinsip-prinsip kebenaran, keadilan, dan mencemarkan nama baik bangsa lain” (ibid, 90).


2002 - Hari Komunikasi Sedunia ke 36

Internet: Forum Baru bagi Pewartaan Injil
Pesan Bapa Suci pada Hari Komunikasi Sedunia Ke-36
Minggu, 12 Mei 2002

Saudara dan Saudari Yang Terkasih,

[Meneruskan Tugas Pewartaan Para Rasul]
1. Pada hari Pentekosta, Roh Kudus turun atas para rasul. Di bawah kuasa Roh itulah mereka lalu turun ke jalan-jalan kota Yerusalem untuk mewartakan Injil dalam pelbagai bahasa (bdk Kis 2:5-11). Tugas Gereja sepanjang jaman tiada lain melanjutkan pekerjaan yang telah dimulai para rasul itu. Abad-abad selanjutnya, patuh pada perintah Kristus untuk mewartakan Injil ke seluruh dunia (bdk Mt. 28:19-20), para pewarta Injil menyebar ke seluruh penjuru dunia. Di situ agama Kristen kemudian berakar dan belajar fasih dalam aneka bahasa dunia.

[Menuntut kreativitas dan imajinasi segar]
Namun, pewartaan Injil bukan sebatas sejarah bagaimana Gereja berkembang anggotanya dan meluas wilayahnya. Termasuk di dalamnya bagaimana Gereja berjumpa dengan aneka budaya dan tradisi. Kendati pesan yang dibawanya tetap sama, yakni Yesus Kristus, namun Gereja setiap kali dituntut menggali dan menggunakan daya kreativitas dan imajinasi yang segar, agar pesan itu difahami.

2001 - Hari Komunikasi Sedunia Ke 35

Surat Gembala Paus Yohanes Paulus II
pada hari Komunikasi Sosial XXXV 27 MEI 2001

Wartakan dari atap rumah Injil di Zaman Komunikasi Global

1. Tema yang telah saya pilih untuk Hari Komunikasi Sosial sedunia 2001 menggemakan kata-kata Yesus sendiri. Tidak dapat lain, karena hanya Kristuslah yang kita wartakan. Kita ingat kata-kataNya kepada para murid pertama: "Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah" (Matius 10:27). Pada kedalaman hati nurani kita, kita telah mendengar kebenaran tentang Yesus; sekarang kita harus mewartakan kebenaran itu dari atap rumah.

Dalam dunia sekarang, atap rumah sudah ditandai dengan hutan transmisi dan antena yang mengirimkan dan menerima pesan dari beraneka ragam ke dan dari empat penjuru dunia. Sungguh sangat mendasar untuk memperoleh jaminan bahwa diantara begitu banyak pesan itu sabda Allah didengarkan. Untuk mewartakan iman dari atap rumah berarti mengatakan kata Yesus dalam dan melalui dunia komunikasi yang dinamis.

2001 - 35th World Communications Day

PONTIFICIUM CONSILIUM DE COMMUNICATIONIBUS SOCIALIBUS
MESSAGE OF THE HOLY FATHER
FOR THE XXXV WORLD COMMUNICATIONS DAY
Sunday, May 27, 2001

Theme: "Preach from the housetops": The Gospel in the Age of Global Communication

1. The theme which I have chosen for World Communications Day 2001 echoes the words of Jesus himself. It could not be otherwise, for it is Christ alone whom we preach. We remember his words to his first disciples: "What I tell you in the dark, utter in the light; and what you hear whispered, proclaim upon the housetops" (Mt 10:27). In the secret of our heart, we have listened to the truth of Jesus; now we must proclaim that truth from the housetops. 

In today's world, housetops are almost always marked by a forest of transmitters and antennae sending and receiving messages of every kind to and from the four corners of the earth. It is vitally important to ensure that among these many messages the word of God is heard. To proclaim the faith from the housetops today means to speak Jesus' word in and through the dynamic world of communications.  

2. In all cultures and at all times - certainly in the midst of today's global transformations - people ask the same basic questions about the meaning of life: Who am I? Where have I come from and where am I going? Why is there evil? What is there after this life?(cf. Fides et Ratio, 1).And in every age the Church offers the one ultimately satisfying answer to the deepest questions of the human heart - Jesus Christ himself, "who fully reveals man to himself and brings to light his high calling" (Gaudium et spes, 22). Therefore, the voice of Christians can never fall silent, for the Lord has entrusted to us the word of salvation for which every human heart longs. The Gospel offers the pearl of great price for which all are searching (cf. Mt 13:45-46). 

2000 - 34th World Communications Day

MESSAGE
OF THE HOLY FATHER
FOR THE XXXIV WORLD COMMUNICATIONS DAY
Sunday, June 4, 2000
 
Theme: “Proclaiming Christ in the Media at the Dawn of the New Millennium”

Dear Brothers and Sisters, 

The theme of the thirty-fourth World Communications Day, Proclaiming Christ in the Media at the Dawn of the New Millennium, is an invitation to look ahead to the challenges we face, and also back to the dawn of Christianity itself, for the light and courage we need. The substance of the message which we proclaim is always Jesus himself: "the whole of human history in fact stands in reference to him: our own time and the future of the world are illumined by his presence" (Incarnationis Mysterium, 1). 

The early chapters of the Acts of the Apostles contain a moving account of the proclamation of Christ by his first followers - a proclamation at once spontaneous, faith-filled, and persuasive, and carried out through the power of the Holy Spirit. 

First and most important, the disciples proclaim Christ in response to the mandate he had given them. Before ascending into heaven he tells the Apostles: "You shall be my witnesses in Jerusalem and in all Judea and Samaria and to the end of the earth" (Acts 1:8). And even though these are "uneducated, common men" (Acts 4:13), they respond quickly and generously. 

2000 - Hari Komunikasi Sedunia ke 34

Yohanes Paulus II,
Pesan pada hari Media se-Dunia 2000,
MEMAKLUMKAN KRISTUS
DALAM MEDIA
PADA FAJAR MILENIUM BARU 
24 Januari 2000

Saudara-saudari terkasih,
Tema hari komunikasi Sosial se-Dunia ke tiga puluh empat, Memaklumkan Kristus dalam Media pada fajar Milenium Baru, merupakan undangan untuk menatap ke depan segala tantangan yang kita hadapi, dan juga kembali kepada fajar iman Kristiani, untuk menggali terang dan kekuatan yang kita perlukan. Inti pesan yang kita maklumkan selalu tentang Yesus sendiri: “seluruh sejarah manusia pada kenyataannya tertuju kepada Dia: jaman kita dan masa depan dunia diterangi oleh kehadiranNya” (Incarnationis Mysterium, 1).

Bab-bab awal dari Kisah Para Rasul memuat gambaran yang dinamis mengenai pemakluman Kristus oleh para muridNya – suatu pemakluman yang sekaligus spontan, sarat iman, dan persuasif, dan diresapi kuasa Roh Kudus.

Yang pertama dan paling penting, para murid memaklumkan Kristus sebagai tanggapan atas tugas perutusan yang diberikanNya kepada mereka. Sebelum naik ke surga Ia berkata kepada para Rasul: “kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (Kis 1:8). Dan meskipun mereka adalah “orang biasa dan tidak terpelajar” (Kis 4:13), cepat tanggap dan dengan sepenuh hati.

1999 - 33rd World Communications Day

MESSAGE
OF THE HOLY FATHER
FOR THE XXXIII WORLD COMMUNICATIONS DAY
Theme: “Mass media: a friendly companion for those in search of the Father”
Sunday, May 16, 1999

Dear Brothers and Sisters,

1. We are approaching the Great Jubilee, the two thousandth anniversary of the Birth of Jesus Christ; the Word of God made flesh, the celebration which will open the door to the third Christian millennium. In this last year of preparation, the Church turns to God our Father, contemplating the mystery of his infinite mercy. He is the God from whom all life comes and to whom it will return; and he is the One who journeys with us from birth to death as our friend and companion on the way.

I have chosen as the theme for this year's World Communications Day "Mass media: a friendly companion for those in search of the Father". The theme implies two questions: how might the media work with God rather than against him? And how might the media be a friendly companion to those searching for God's loving presence in their lives? It also implies a statement of fact and a reason for thanks: that the media do at times make it possible for those who are searching for God to read in new ways both the book of nature, which is the realm of reason, and the book of revelation, the Bible, which is the realm of faith. Finally the theme implies an invitation and a hope: that those responsible for the world of social communications will be ever more committed to help rather than hinder the search for meaning which is at the very heart of human life.

1999 - Hari Komunikasi Sedunia Ke 33

Pesan Bapa Suci Paus Yohanes Paulus II
untuk Hari Komunikasi Sosial se-Dunia yang ke-33.
 Mass Media: Sahabat yang ramah

Saudara-saudariku yang terkasih,

1. Kita mendekati Jubileum Agung tahun 2000 dari kelahiran Yesus Kristus, Sabda Allah yang menjadi manusia, perayaan yang akan membuka pintu millenium Kristiani yang ketiga. Dalam tahun persiapan yang terakhir ini, Gereja memandang Allah Bapa kita, merenungkan misteri belaskasihanNya yang tanpa batas. Dialah Allah asal segala kehidupan dan yang kepadaNya semua akan kembali; dan Dialah Satu-satunya yang berjiarah bersama kita sejak lahir sampai kematian kita, sebagai teman dan sahabat dalam perjalanan.

Saya telah memilih “Mass media: sahabat yang ramah bagi semua orang yang mencari Bapa”sebagai tema untuk Hari Komunikasi se-Dunia tahun ini. Dua pertanyaan yang dapat digali dari tema ini: bagaimana media bekerjasama dengan dan bukannya melawan Allah? Dan bagaimana media dapat menjadi sahabat yang ramah bagi setiap orang yang mengusahakan kehadiran Allah Mahakasih dalam hidup mereka? Termaktub juga di dalamnya pernyataan mengenai kenyataan dan alasan untuk bersyukur: bahwa media dalam setiap saat memberi kemungkinan bagi setiap orang yang mencari Allah dengan cara yang baru untuk membaca baik buku kodrati, yang merupakan bidang akal budi, dan buku wahyu, Kitab Suci, yang merupakan bidang iman. Akhirnya tema ini mencakup juga ajakan dan pengharapan: bahwa setiap orang yang terlibat dalam dunia komunikasi sosial akan menjadi semakin terlibat untuk membantu bukannya menghalangi pencaharian terhadap makna kehidupan yang merupakan inti kehidupan manusia.

1998 - 32nd World Communications Day

MESSAGE
OF THE HOLY FATHER
FOR THE XXXII WORLD COMMUNICATIONS DAY
"Sustained by the Spirit, communicate hope"

Dear Brothers and Sisters,

1. In this second of the three years leading to the Great Jubilee of the year 2000, we turn our attention to the Holy Spirit and to his action in the Church, in our lives and in the world. The Spirit is the "guardian of hope in the human heart" (Dominum et Vivificantem, 67). For this reason, then, the theme for the 32nd World Communications Day is "Sustained by the Holy Spirit Communicate Hope."

The hope in which the Spiit sustains believers is above all eschatological. It is hope for salvation - hope of heaven, hope for perfect communion with God. Such hope is, as the Letter to the Hebrews puts it, "a sure and steadfast anchor of the soul, a hope that enters into the inner shrine behind the curtain, where Jesus has gone as a forerunner on our behalf" (Heb 6:19-20).

2. But the eschatological hope dwelling in Christian hearts is deeply related to the search for happiness and fulfilment in this life. Hope of heaven stirs genuine concern for the well being of men and women here and now. "If any one says, 'I love God,' and hates his brother, he is a liar; for he who does not love his brother whom he has seen, cannot love God whom he has not seen" (1 Jn 4:20). Redemption, which is God's healing of the divine-human relationship, goes hand in hand with the healing of our relationships with one another; and the hope born of the redemption looks to this double healing.

1997 - Hari Komunikasi Sedunia Ke 31

Amanat Bapa Suci Yohanes Paulus II
HARI KOMUNIKASI SEDUNIA KE 31 11 MEI 1997

MENGKOMUNIKASIKAN YESUS KRISTUS
JALAN, KEBENARAN DAN HIDUP


Saudara-saudari yang terkasih,

Pada saat abad sekarang ini dan milineum semakin mendekat, kita menyaksikan perkembangan sarana sarana komunikasi sosial yang belum pernah terjadi sebelumnya yang menghasilkan produksi produksi yang selalu baru dan jasa jasa. Kita lihat bahwa kehidupan banyak orang semakin dijamah oleh perkembangan tehnologi informasi dan komunikasi yang baru, namun masih cukup banyak orang yang tidak dapat memiliki dan menggunakan media, baik yang baru maupun yang kuno.

Mereka yang memanfaatkan perkembangan baru ini merasakan bahwa semakin bertambahlah kemungkinan untuk memilih sumber sumber yang ada. Semakin besar pilihan yang tersedia, maka semakin berat pula untuk bisa memilih secara tanggungjawab. Kenyataan yang ada ialah bahwa semakin sulitnya untuk melindungi mata dan telinga kita dari gambar-gambar dan suara yang datang kepada kita melalui media, yang tidak terduga dan tanpa diundang. Sangatlah berat bagi orang tua untuk menjaga anak an ak mereka dari pesan pesan yang tidak sehat, serta untuk menjamin bahwa pendidikan mereka dalam hubungan antar sesama dan pengetahuan mereka mengenai dunia terjadi dengan cara yang sesuai dengan usia mereka dan kepekaan mereka, dan perkembangan mereka dsalam membedakan antara yang benar dengan yang salah. Pendapat umum masyarakat tergoncangkan karena betapa mudahnya teknologi komunikasi yang maju dapat disalah gunakan oleh orang orang yang punya maksud jahat.

1997 - 31st World Communications Day

MESSAGE OF THE HOLY FATHER JOHN PAUL II
FOR THE 31ST WORLD COMMUNICATIONS DAY
"Communicating Jesus: The Way, the Truth and the Life"
[Sunday, 11 May 1997]

Dear Brothers and Sisters,

As the present century and millennium draw to a close, we see an unprecedented expansion of the means of social communications, with ever new products and services. We see the lives of more and more people being touched by the spread of new technologies of information and communication. Yet, there are still great numbers of people who have no access to the media, old or new.

Those who do benefit from this development experience an ever growing choice of sources. The greater the choice, the harder it may be to choose responsibly. The fact is that it is increasingly difficult to protect one's eyes and ears from images and sounds which arrive through the media unexpectedly and uninvited. It is particularly hard for parents to guard their children from unwholesome messages, and to ensure that their education in human relations and their learning about the world comes about in a way that is appropriate to their age and sensibility, and to their developing sense of right and wrong. Public opinion has been shocked at how easily the advanced communication technologies can be exploited by those whose intentions are evil. At the same time, can we not observe a relative slowness on the part of those who wish to do good to use the same opportunities?

1996 - Hari Komunikasi Sedunia ke 30

Amanat Bapa Suci Yohanes Paulus II
 HARI KOMUNIKASI SEDUNIA KE 30 19 MEI 1996

FORUM MODERN UNTUK MENINGKATKAN
PERANAN WANITA DI DALAM MASYARAKAT


Saudara-saudariku yang terkasih,

Tahun lalu surat saya kepada kaum wanita itu, saya berusaha memajukan dialog, khususnya dengan wanita-wanita itu sendiri, mengenai artinya menjadi wanita di jaman kita (bdk. n. 1) juga saya menyebutkan beberapa halangan yang di pelbagai bagian dunia mencegah wanita berintegrasi sempurna dalam kehidupan sosial, politik dan ekonomi. (n. 4). Inilah dialog yang dapat dan harus dimajukan dan didukung oleh mereka yang berkarya di media komunikasi. Mereka itu sering juga menjadi -dan ini patut dipuji- penyokong orang yang tak bersuara dan yang digeser ke pinggiran masyarakat. Orang ini juga berada dalam posisi paling baik untuk merangsang kesadaran masyarakat mengenai dua masalah tentang kaum wanita di dunia masa kini.

Pertama-tama sebagaimana saya tulis dalam surat itu, menjadi ibu lebih sering bagaikan di"pidana"kan daripada dihargai, walaupun justru karena ada wanita yang memilih menjadi istri dan ibu, bangsa manusia dilestarikan. Dan tentu saja itu tidak adil kalau wanita-wanita itu didiskriminasikan, entah secara ekonomis atau sosial, hanya karena mereka mengikuti panggilan fundamental itu. Demikian juga saya menjelaskan bahwa sangatlah perlu mencapai kesamaan nyata di segala bidang: gaji sama untuk karya sama, perlindungan untuk ibu-ibu yang bekerja, keadilan dalam kenaikan pangkat kerja, kesamaan suami dan istri berkenaan dengan hak-hak keluarga, dan pengakuan terhadap apa saja yang merupakan bagian dari hak dan kewajiban para warga negara dalam Negara demokratis. (bdk. n.4)

1996 - 30th World Communications Day

MESSAGE OF THE HOLY FATHER
JOHN PAUL II
FOR THE XXX WORLD COMMUNICATIONS DAY
19 MAY1996

Theme: The Media: Modern Forum
for Promoting the Role of Women in Society

Dear Brothers and Sisters,
This year, the theme for World Communications Day, "The Media: Modern Forum for Promoting the Role of Women in Society", recognizes that the communications media play a crucial role not only in promoting justice and equality for women but in fostering appreciation for their specific feminine gifts, which elsewhere I have called the "genius" of women (cf. Mulieris Dignitatem, 30; Letter to Women, 10).

Last year, in my Letter to Women, I sought to advance a dialogue, especially with women themselves, on what it means to be a woman in our time (cf. No. 1). I also pointed out some of "the obstacles which in so many parts of the world still keep women from being fully integrated into social, political and economic life" (No. 4). This is a dialogue which people in the communications media can, indeed have an obligation to, foster and support. People in the media often become advocates, and commendably so, of the voiceless and the marginalized. They are in a unique position also to stimulate public consciousness with regard to two serious issues concerning women in today's world.

1995 - Hari Komunikasi Sedunia ke 29

Amanat Bapa Suci Yohanes Paulus II

PADA HARI KOMUNIKASI SEDUNIA KE 29 8 MEI 1995

Saudara-saudari yang terkasih,

Pada kesempatan hari komunikasi sedunia tahun ini, saya ingin mengajak Anda merenungkan film sebagai "komunikator kebudayaan dan nilai-nilai". Sebagaimana pasti Anda ketahui, sepanjang tahun ini akan diadakan perayaan di seluruh dunia memperingati seratus tahun pertama medium penyampaian yang khas dan tersebar luas ini, yang dewasa ini begitu mudah mendatangi semua orang.

Sudah seringkali Gereja menunjukkan pentingnya media komunikasi dalam hal menyiarkan dan mempromosikan nilai-nilai manusiawi dan keagamaan (bdk. Pius XII, Miranda Prosus, 1957) dan berikut tanggungjawab khusus bagi mereka yang berkarya di bidang ini. Sebenarnya, dengan memikirkan kemajuan dan perkembangan yang telah terjadi dalam bidang komunikasi sosial selama beberapa dasawarsa terakhir ini, Gereja menyadari benar, baik daya kekuasaan berbahaya yang dikandung oleh media massa maupun kemungkinannya, jikalau dipakai secara bijaksana, demi manfaat berevangelisasi.

WORLD COMMUNICATIONS DAY MESSAGES

SIGNIS - World Catholic Association for Communication

NEWS UPDATE ~ DIOCESE OF SANDAKAN

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...