Amanat Bapa Suci Yohanes Paulus II
Saudara-saudari yang terkasih,
Selama beberapa dasawarsa ini, televisi telah mempelopori suatu revolusi di bidang komunikasi, yang telah sangat mempengaruhi kehidupan keluarga. Dewasa ini televisi telah menjadi sumber utama untuk warta berita, informasi dan hiburan untuk keluarga-keluarga yang tak terbilang jumlahnya, membentuk sikap dan pendapat, nilai dan tingkahlakunya.
Televisi itu mampu memperkaya kehidupan keluarga. Mampu mendekatkan anggota-anggota keluarga satu sama lain dan memajukan solidaritas keluarga itu dengan keluarga-keluarga lain dan dengan masyarakat umumnya. Televisi mampu menambah bukan hanya pengetahuan umum, melainkan juga pengetahuan agama mereka, memungkinkan mereka mendengar Sabda Allah, memperkuat identitas religius serta memajukan kehidupan rohani mereka.
Namun televisi juga dapat merugikan kehidupan keluarga; dengan mempropagandakan nilai-nilai yang merendahkan dan model-model tingkah laku, dengan menyiarkan pornografi dan penyajian secara telanjang kekerasan kejam; dengan menanamkan relativisme di bidang moral dan sikap skeptis terhadap agama, dengan menyebarluaskan laporan yang mengubah atau memanipulasi peristiwa dan persoalan-persoalan yang sedang beredar; dengan memuat iklan-iklan berani yang menarik naluri rendah, dan dengan mengagungkan pandangan hidup palsu yang menghalangi diwujudkannya saling penghormatan, keadilan dan damai.